Sakit Kuning Bukan Kutukan (Bisa Sembuh)

Terlepas dari perkembangan zaman ‘now’ yang sangat luar biasa ini, ternyata masih cukup bayak beberapa mitos yang masih exist tak lekang dimakan zaman. Salah satu hal yg cukup mengelitik yang masih terniang dipikiran penulis ada perihal mitos sakit kuning yang dulunya sering dikaitkan dengan mitos tertentu atau bahkan kadang dicap sebagai kutukan.

Penulis masih cukup ingat, ketika itu ada tetangga satu desa yang mengalami perubahan warna kulit yang cukup menyita perhatian warga setempat. Si penderita ini sudah dibilang cukup sepuh, kurang lebih umurnya 60-an atau mungkin diatas 70 tahunan.

Mengingat pengetahuan dikala itu yang masih terbatas, tentunya informasi tidak secepat seperti sekarang, tidak heran banyak pihak yang mengaitkan perubahan kulit tersebut dengan penyakit pembawa sial, kutukan, atau mitos lainnya. Bahkan di zaman yang notabene dibilang ‘melek teknologi’ ini, penyakit kuning masih cukup menyeramkan bagi orang yang tidak paham secara medis.

Sebaliknya bagi kalangan medis, penyakit kuning sudah cukup dipahami meskipun terkadang penyebabnya tidak diketahui. Dan tergantung penyebabnya, masalah dapat disembuhkan!

Kandungan bilirubin yang berlebih jawabannya

Bilirubin adalah zat pigment berwarna kuning hasil metabolisme dari sel-sel darah merah yang sudah tidak digunakan.

Sel darah merah mempunyai peranan penting dalam menyokong beragam fungsi tubuh seperti pendistribusian oxygen dan nutrisi penting ke seluruh tubuh. Namun layaknya sel-sel lainnya, ada kalanya sel darah merah sudah tidak produktif dan digantikan dengan sel baru. Nah ketika tubuh memecah sel yang sudah tua ini, muncullah bilirubin sebagai salah satu hasil dari reaksinya.

Jadi pada dasarnya, bilirubin di dalam darah adalah hal yang normal. Permasalahan muncul ketika zat ini jumlahnya berlebih! Ketika jumlahnya melebihi normal, pigment kuning yang dibawanya bakal cukup kuat untuk merubah warna asli kulit penderita.

Pertanyaan selanjutnya, kenapa ini terjadi?

Dalam kondisi normal, bilirubin didalam darah di saring oleh liver sebelum akhirnya dibuang melalui urin. Dengan kata lain, liver kamu lah yang mempunyai tanggung jawab utama untuk mengontrol zat ini. Nah jika liver kamu bermasalah, jumlah bilirubin akan tidak tersaring dengan baik dan pada akhirnya jumlahnya melonjak diatas normal. Alhasil kamu kemungkinan besar mengalamai  penyakit kuning ini!

Masalah liver yang berujung penyakit kuning dapat disebabkan berbagai hal. Yang paling umum tentunya akibat hepatitis. Hepatitis A, B, dan C dapat melukai liver. Vaksin tersedia untuk hepatitis A dan B. Tapi untuk hepatitis C, vaksin sayangnya belum tersedia.

Kandungan bilirubin yang berlebih juga cukup umum terjadi pada bayi. Hal ini sering terjadi karena liver bayi yang belum siap 100% untuk memproses bilirubin, terutama untuk bayi yang lahirnya prematur.

Menariknya, penyakit kuning tidak hanya dikaitkan dengan ganguan liver. Terkadang ini juga dipicu oleh masalah distribusi ‘bile’ yang terhambat. Bile adalah sejenis cairan yang mengandung berbagai macam zat, – salah satunya adalah bilirubin. Bile sangat penting peranannya untuk membantu mencerna makanan di usus halus!

Pada kasus yang tidak umum, penyakit kuning mungkin dapat dikaitan dengan kangker pancreas atau kelainan bawaan dari lahir.

Terus, apa bisa diobati?

Pada kasus yang menimpa tetangga saya itu, sakit kuningnya sepertinya menjadi kronis (kambuhan). Tapi anehnya almarhum malah meninggal karena sakit lambung, dari keterangan salah satu keluarganya. Tentu hal ini belum bisa memberi kesimpulan.

Tapi secara umum, jawabannya tergantung dari seberapa parah kondisi yang menyebabkannya. Jika kerusakan liver belum cukup parah, perubahan pola hidup gaya sehat mungkin cukup bayak membantu.

Misal jika sakitnya disebabkan hepatitis A dan kerusakan liver belum parah, modifikasi gaya hidup dibawah ini  mungkin dapat menolong:

  1. Menjaga kebersihan dengan baik. Gaya hidup yang kotor, terutama tidak mencuci tangan sesudah dari toilet (apalagi toilet umum) dan sebelum makan dapat meningkatkan resiko tertularnya berbagai penyakit virus menular seperti hepatitis.
  2. Jangan berbagi pengunaan barang yang sifatnya pribadi dengan orang lain, seperti pisau cukur kumis, pemotong kuku, dan sikat gigi. Karena kemungkinan hal tersebut dapat menyebarkan virus hepatitis.
  3. Jika kamu masih cukup bugar melakukan aktivitas fisik, lakukan olahraga yang teratur. Olahraga dapat meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh kamu, hal ini sangat membantu mempercepat recovery apalagi jika penyebab ganguan liver kamu karena serangan virus.
  4. Jaga berat badan tetap sehat! Kegemukan tentunya bakal membuat liver kamu lebih berlemak, sehingga memperberat kinerjanya.
  5. Dan gunakan obat secara hati-hati, lebih amannya dengan resep dokter (jika memungkinkan). Karena ada obat tertentu, seperti acetaminophen dan penicillin, dapat memberat kinerja liver kamu.

Apa yang kamu makan juga dapat juga membantu proses recoveri kamu agar lebih cepat. Secara umum, hindari makanan yang ‘terlalu’ berlemak, asin, dan manis. Terlebih lagi jika kamu mempunyai tekanan darah tinggi (hipertensi) and gula darah tinggi (diabetes). Tingkat gula darah dan tekanan darah yang tinggi dapat memperburuk kinerja liver.

Tindakan medis mungkin diperlukan jika penyakit kuningnya sudah parah atau apa yang menyebabkannya butuh tidakan medis cepat.

Contoh jika masalahnya disebabkan cirrhosis (kondisi dimana kerusakan liver sudah permanen), diet yang sangat ketat atau bahkan operasi (transplantasi liver) diperlukan. Operasi juga perlu jika penyebabnya adalah penyumbatan aliran ‘bile’ yang signifikan, terlebih jika minum obat biasa sudah tidak merespon.

Liver adalah organ tubuh yang cukup tangguh. Organ ini dapat menyembuhkan dirinya sendiri, terlepas kemampuan ini ada batasnya. Namun kelebihan ini juga membuat kita terlena. Untuk kerusakan liver yang ringan, biasanya tidak ada gejala. Gejala yang specifik baru akan muncul ketika kerusakan sudah mulai parah, kondisi dimana lebih susah untuk diobati.

Oleh karena itu, … yuk sayangi liver kita, sebelum terlambat! Kerusakan biasanya progressnya pelan-pelan (senyap), jadi sekali lagi jangan sampai terlena. Cukup biarkan ‘Ikke Nurjanah’ aja yang terlena hha!

Apa Pendapatmu?